Elementary Class: CFD vs Trading Saham Biasa

Elementary Class: CFD vs Trading Saham Biasa

CFD memiliki beberapa perbedaan dengan transaksi saham biasa. Perbedaan-perbedaan itu adalah:

1.    Modal yang diperlukan
Katakanlah kita membeli 1000 lembar saham ABC di perdagangan saham biasa, dengan harga $10 per lembarnya, maka kita harus memiliki modal sebesar 1000 x $10 = $10,000. (Hasil perhitungan ini disebut juga dengan face value”, yang merupakan hasil perkalian harga saham dengan jumlah saham yang diperdagangkan.)

Di CFD, berlaku leverage sebesar 5% (1:20), yang artinya kita cukup mengeluarkan modal (margin) sebesar 5%-nya saja, yaitu $500. Modal yang diperlukan untuk membeli 1000 lembar saham ABC tadi jauh lebih kecil.
Jika ternyata harga saham ABC naik, lalu kita jual di harga $11 per lembarnya, berarti kita mendapatkan keuntungan sebesar $1 per lembar saham. Berhubung tadi kita membeli 1000 lembar, maka keuntungan kita adalah 1000 x $1 = $1,000.

Jika kita melakukan transaksi saham biasa, modal yang kita perlukan tadi adalah sebesar $100,000. Artinya dengan keuntungan $1,000, profit kita hanya sebesar 10% dari modal.

Tapi ingat, di CFD modal yang kita perlukan untuk membeli saham ABC hanya $500. Kita berhasil memperoleh profit $1,000, artinya keuntungan kita adalah 200% dari modal!

  Transaksi saham biasa CFD
Harga beli $10 $10
Modal (untuk 1000 lembar saham) $10,000 $500
Harga jual $11 $11
Keuntungan ($11 - $10) x 1000 = $1,000 ($11 - $10) x 1000 = $1,000
Tingkat pengembalian 10% 200%

2.    Bisa melakukan short
CFD memungkinkan kita untuk melakukan short (SELL) terlebih dahulu jika kita perkirakan bahwa harga saham tertentu akan turun. Pada perdagangan saham biasa, transaksi ini biasa disebut “short selling”, di mana hal ini tidak bisa dilakukan dengan bebas. Kalaupun bisa, akan membutuhkan biaya yang besar. Bahkan Bursa Efek Indonesia sudah melarang praktek short selling.

3.    Overnight charge (swap)
Overnight charge ini mirip dengan swap pada kontrak gulir. Ada overnight charge yang harus dihitung untuk setiap posisi terbuka yang mengalami overnight. Kita harus membayar swap jika transaksi kita yang overnight adalah transaksi BUY. Namun jika transaksi yang overnight adalah SELL, maka bisa jadi kita mendapatkan swap. Mengenai ini akan kita bahas di bagian tersendiri.

4.    Satuan kontrak (contract size)
Pada perdagangan saham biasa, satuan kontraknya adalah per lembar saham. Tapi pada CFD, satuan kontraknya adalah 1.000 lembar saham (untuk saham US dan Jepang) atau 10.000 lembar saham (untuk saham Hongkong) per lot-nya.

5.    Antrian
Kalau mau membeli ataupun menjual saham tertentu di bursa saham biasa, kita harus rela  berdesakan ‘mengantri’. Misalnya ketika kita ingin membeli saham ABC, maka kita harus menunggu antrian untuk bisa mendapatkan penjual saham tersebut. Sama halnya ketika kita ingin menjual saham ABC, kita harus menunggu juga untuk mendapatkan pembeli. Hal ini tidak berlaku di CFD dimana kita bisa mendapatkan pembeli dan penjual di saat yang sama ketika kita melakukan transaksi melalui komputer

Di CFD hal ini tidak berlaku.

6.    Spread
Spread yang berlaku di CFD sangat ketat (2 pips) dan cenderung tetap (tidak berubah-ubah) selama pasar dalam keadaan normal. Keadaan normal yang dimaksud adalah tidak ada gejolak harga yang terjadi akibat berita ataupun rumor yang beredar di pasar. Sementara di bursa saham biasa, spread sangat bervariasi cenderung berubah-ubah.

7.    Kepemilikan
Berbeda dengan transaksi saham biasa, di CFD kita tidak mempunyai kepemilikan atas saham yang kita beli. Ini karena kita tidak pernah “membeli” sahamnya secara fisik. Ingat, yang kita lakukan hanyalah “membeli” atau “menjual” nilai kontrak atas saham tertentu. Meskipun tidak ada kepemilikan, namun kita tetap bisa memperoleh keuntungan dari pergerakan harga saham itu, sama seperti jika kita trading saham biasa.

Berikut ini adalah tabel perbandingan antara CFD dengan perdagangan saham biasa:

Perbandingan    
TRADING SAHAM BIASA CFD
Modal (Margin) 100% 5%
Short sell Mahal dan terbatas Bisa
Dividen
Ada
Ada
Overnight charge (swap) Tidak ada Ada
Satuan kontrak Per saham Per Lot (=100 lembar)
Antrian Ada Tidak ada
Spread Bervariasi Tetap*
Kepemilikan Ada

Tidak ada

* dalam kondisi pasar normal

 

   

1.       Modal yang diperlukan

Katakanlah kita membeli 1000 lembar saham ABC di perdagangan saham biasa, dengan harga $10 per lembarnya, maka modal yang harus kita miliki sebesar 1000 x $10 = $10,000. hasil perhitungan tersebut dinamakan ‘face value’, yaitu hasil perkalian harga saham dengan jumlah saham yang diperdagangkan.

 

Di CFD, berlaku leverage sebesar 10% (1:10), artinya adalah kita cukup mengeluarkan modal/margin sebesar 10%nya saja, yaitu sebesar $1,000. Sehingga modal yang diperlukan untuk membeli 1000 lembar saham ABC tadi menjadi jauh lebih kecil. Jadi kesempatan kita untuk mengAndakan tabungan jadi terbuka lebar. 

 

Jika ternyata harga saham ABC naik, lalu kita jual di harga $11 per lembarnya, berarti kita mendapat keuntungan sebesar $1 per lembar saham. Berhubung tadi kita telah membeli 1000 lembar, maka keuntungan kita adalah sebesar 1000 x $1 = $1,000. Bilaman kita melakukan transaksi saham biasa, modal yang kita perlukan tadi adalah sebesar $ 100,000. Artinya dengan hanya keuntungan $ 1,000, profit kita hanya sebesar 10% dari modal.