Advanced Class: Symmetrical Triangle
Advanced Class
Triangle artinya segitiga. Bentuk dari pola ini memang seperti segitiga. Jika pada sebuah uptrend ternyata harga berhenti naik dan membentuk pola sideway yang semakin “mengerucut”, maka inilah tanda-tanda awal akan terbentuknya sebuah triangle. Triangle bisa kita gambar dengan cara menarik garis yang menghubungkan titik-titik puncak dan lembah yang dibentuk oleh pola sideway itu tadi. Contohnya bisa kita lihat pada gambar berikut:
Pada saat uptrend Pada saat downtrend

Pada gambar di atas kita menghubungkan 3 titik puncak (P1, P2, dan P3) dengan garis yang nantinya berfungsi sebagai resistance. Sedangkan garis yang menghubungkan lembah L1, L2, dan L3, berfungsi sebagai support.
Sebenarnya, istilah symmetrical atau simetris di sini tidak selalu berarti sama persis. Suatu triangle bisa dianggap symmetrical jika kemiringan kedua garis yang menuju ‘apex’ berlawanan (lihat gambar). Apex itu sendiri merupakan titik pertemuan dari kedua garis yang kita tarik.
Bentuk pola ini mirip segitiga sama kaki yang rebah. Lihat gambar berikut untuk ilustrasinya.

Jika harga berhasil menembus resistance (dalam gambar terlihat menembus titik C), maka target harga selanjutnya adalah sejauh jarak dari A ke B. Garis yang menghubungkan A dan B kita namakan base.
Cara lain untuk menentukan target harga adalah dengan cara menarik garis dari titik A yang sejajar dengan garis support.
Gambar di atas adalah contoh symmetrical triangle yang terjadi di saat uptrend. Sering juga terjadi symmetrical triangle di saat downtrend.
Perhatikan bahwa tembusnya support (titik C) biasanya akan diteruskan dengan pergerakan harga yang jauhnya sama dengan jarak A ke B.
Hal yang tidak boleh dilupakan adalah tembusnya level support atau resistance dalam triangle tidak boleh terlalu dekat dengan apex. Jarak idealnya adalah dua pertiga atau tiga perempat dari jarak base ke apex. Jika lebih, maka triangle itu sudah tidak valid lagi.
Triangle juga dikatakan tak lagi valid jika ternyata harga bergerak kembali ke atas atau ke bawah setelah menembus support atau resistance. Contohnya seperti gambar berikut:
