Advanced Class: Pola Head and Shoulder
Advanced Class
Tidak, tidak ada hubungannya sama sekali dengan salah satu produk perawatan rambut. ![]()
Pola ini merupakan pola yang paling populer karena akurasinya yang cukup tinggi. Sesuai dengan namanya, pola ini seolah-olah membentuk sepasang bahu dan kepala.
Mari kita pelajari gambar berikut ini.

Kita lihat bahwa pergerakan harga membentuk pola melewati titik-titik A, B, C, D, E, F, dan G. Titik A disebut ‘left shoulder’, titik C disebut ‘head’, dan titik E disebut ‘right shoulder’.
Kita bisa melihat ada sebuah garis yang diberi nomor (1). Garis ini sebenarnya adalah trendline yang ditarik pada saat uptrend. Jadi, pola ini bisa disebut sebagai head and shoulders jika trend yang terjadi sebelumnya adalah uptrend.
Kita perhatikan bahwa harga ternyata sudah menembus trendline (garis (1)), tapi kita ingat bahwa tembusnya trendline ini belum merupakan syarat mutlak bahwa arah trend akan berbalik. Tembusnya trendline baru sebagai indikasi awal kemungkinan berakhirnya suatu trend.
Ternyata, harga berhenti sampai ke titik D, dan bergerak naik lagi ke titik E, dari situ ternyata harga bergerak turun lagi. Pada keadaan seperti ini, kita bisa menarik garis lagi menghubungkan titik B dengan titik D. Garis inilah yang disebut dengan “neckline”, yang pada gambar diberi nomor (2). Jika ternyata harga berhasil menembus neckline, maka pola head and shoulders sudah terbentuk.
Lalu ke mana selanjutnya harga akan bergerak? Teorinya, pergerakan harga selanjutnya akan sejauh jarak dari titik C (head) ke neckline. Pada gambar, diberi label ‘x’.
Strateginya, kita bisa melakukan sell ketika harga menembus neckline dengan target profit sejauh ‘x’. Target resikonya adalah di right shoulder. Bisa juga kita melakukan sell segera setelah harga berbalik turun dari titik E. Jika harga berbalik lagi dan melewati level right shoulder (titik E), maka kita sebaiknya menutup posisi kita untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Pada prakteknya, banyak trader yang hanya menargetkan pergerakan sekitar sejauh 60% dari ‘x’. Jadi, seandainya panjang ‘x’ adalah 100 pips, banyak para trader yang hanya menargetkan 60 pips untuk mengambil keuntungan.
Sering terjadi, harga tidak langsung turun meskipun pola head and shoulders sudah terbentuk. Pada gambar terlihat bahwa harga berhenti dulu di titik F, dan naik hingga ke titik G. Peristiwa ini kita sebut “pullback”, ada juga yang menyebutnya ‘return move’. Selama naiknya harga belum menembus ‘neckline’, pola head and sholuder ini masih bisa kita pertahankan. Bahkan banyak trader yang justru memanfaatkan pullback ini, yaitu dengan melakukan sell di titik G.