Advanced Class: Double Top & Double Bottom
Advanced Class
Pertama-tama mari kita bahas mengenai double top. “Top” bisa juga berarti puncak, maka “double top” bisa juga kita istilahkan dengan “puncak kembar”. Perhatikan gambar berikut:

Pada suatu pergerakan uptrend, ternyata pergerakan harga selanjutnya tidak mampu lagi melewati titik A. Harga hanya mampu mencapai titik C. Kita bisa melihat bahwa titik A dan C sama tinggi. Titik A dan C inilah yang disebut dengan “top” atau “puncak”.
Mirip dengan head and shoulders, harga berhasil menembus neckline, maka target pergerakan harga selanjutnya adalah sepanjang ‘x’. Jika kita melakukan sell berdasarkan pola ini, maka level resiko kita adalah di titik C.
Terkadang harga juga mengalami pullback. Pada gambar terlihat harga naik lagi dari titik D sampai ke nekcline. Selama pergerakan naiknya belum menembus neckline, maka pola double top ini masih dikatakan valid.
Lalu bagaimana dengan double bottom? Sederhana, double bottom hanyalah kebalikan dari double top. Oleh karenanya, strategi yang diterpakan tidak jauh berbeda dengan double top. Jika double top terjadi di ‘puncak’ suatu uptrend, maka doble bottom terjadi di ‘lembah’ suatu downtrend.
