Swiss Bertekad Tutup Aliran Uang Haram ke Bank
23 Februari 2012 11:00:11 WIB
-Â Kasus pencucian uang masih merebak di berbagai negara tujuan investasi dunia. Berbagai cara mulai diterapkan otoritas untuk menangkal aliran uang haram ke dalam sistem keuangan masing-masing.
Pemerintah Swiss dikabarkan tengah merancang 'strategi uang bersih' yang implementasinya diharapkan berjalan dalam waktu dekat. Aturan baru ini nantinya akan mempersulit bank untuk menerima aliran dana dari nasabah asing yang mengemplang pajak. Dengan kemunculan regulasi baru, sengketa pelarian pajak antara Swiss dan negara besar, seperti Jerman dan Amerika Serikat, tidak akan terulang. Swiss dikenal sebagai lokasi parkir dana paling ideal di dunia karena independensi perbankannya. Tidak heran bila penjahat kerah putih dunia banyak menempatkan uang haram, baik untuk tujuan pencucian maupun lari dari beban pajak.Â
Pengawasan hukum lebih ketat bersifat memaksa bank-bank komersial untuk menghentikan atau mem-blok arus dana masuk yang disinyalir sebagai uang bebas pajak. Demikian menurut juru bicara pemerintah di Bern. Adapun rincian wacana itu akan di-finalisasi pada bulan September mendatang.
Dalam mekanismenya, nasabah asing harus terlebih dahulu menyatakan bahwa asetnya diakui sebagai uang 'bersih' di negara asal. Artinya, uang yang diparkir pada bank Swiss bukan hasil pendapatan ilegal maupun untuk tujuan pengemplangan pajak. Menteri keuangan Eveline Widmer-Schlumpf menekankan bahwa fokus utama dari kebijakan ini adalah untuk memperbaiki hubungan dengan negara sengketa, khususnya Amerika Serikat. Pihak kejaksaan Paman Sam sejauh menuding 11 lembaga perbankan Swiss membiarkan arus dana hasil pengemplangan pajak warganya masuk ke sistem keuangan negeri itu. Swiss sendiri sebenarnya sudah memiliki cetak biru perjanjian pajak dengan Jerman dan Inggris, namun penandatanganan belum terjadi hingga saat ini.
(dim)