Ancaman Resesi Menghantui Euro
23 Februari 2012 02:00:03 WIB
Euro cenderung bergerak flat terhadap Dollar AS pada hari Rabu seiring optimisme atas kesepakatan bailout Yunani yang tercapai pada hari sebelumnya bergeser menjadi kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan resiko implementasi program penghematan.
Mata uang tunggal ini juga terbebani oleh data ekonomi yang menunjukkan jika ekonomi zona Euro semakin beresiko jatuh ke jurang resesi, setelah sektor jasa mengikuti jejak sektor manufaktur dengan terjatuh ke level kontraksi pada bulan ini. Beberapa data PMI lainnya secara mengejutkan juga memperlihatkan melambatnya aktivitas bisnis di 2 negara perekonomian kuat seperti Jerman dan Perancis.
Sedikit demi sedikit fokus pasar juga mulai tertuju ke operasi likuiditas jangka panjang European Central Bank berikutnya pada pekan depan, di mana ECB diperkirakan akan menawarkan sekitar â¬500 milyar hingga â¬1 trilyun dana pinjaman untuk perbankan Eropa.
"Jika pinjaman yang tersalurkan lebih tinggi, maka risk appetite akan memperoleh dorongan positif dan Euro mungkin akan dapat mencapai $1.35," Kata Adam Cole, kepala global forex pada RBC Capital Markets. "Namun sebagian pelaku pasar justru berpandangan jika operasi likuiditas ECB tidak berbeda jauh dengan pelonggaran kuantitatif, yang semakin besar jumlahnya akan semakin berdampak negatif terhadap mata uang." (vid)