Euforia Yunani Surut, Pasar Global Menciut
22 Februari 2012 12:00:10 WIB
Pada perdagangan hari Rabu (22/2) secara umum pasar dunia baik di pasar valas maupun bursa saham terlihat kurang bergairah dan cenderung bergerak variatif bila dibandingkan awal pekan lalu.
Kondisi ini terutama terkait berangsur-angsur meredanya euforia kesepakatan bailout Yunani. Dipasar valas, kecuali Euro, mata uang utama lainnya tidak mampu melanjutkan rally sehingga kini bergerak tertekan dan bahkan ada yang terkoreksi. Mata uang Poundsterling hari ini terpantau tertekan di kisaran $1.5780 setelah sesi sebelumnya sempat mencatat level $1.5865. Sementara dollar Australia (Aussie) hari ini terjepit di area $1.0650-an setelah kemarin melejit hingga mencatat puncak $1.0759. Sedangkan mata uang Yen-Jepang kini terdegradasi di kisaran 79.90-an setelah kemarin menguat hingga 79.53 yen. Â Â Â Â
Beralih ke bursa Asia, setelah masalah Yunani dianggap âsetengah amanâ, perhatian pelaku pasar saham kini tertuju ke kawasan Timur Tengah khususnya negara Iran. Keputusan Iran menghentikan pengiriman minyak ke Eropa membuat harga minyak dunia langsung melonjak lebih dari 1,5% hingga tercatat kini di atas US$ 106 per barel.
Dan kenaikan harga minyak tersebut langsung mendorong para investor melepas saham-sahamnya. Karena dikhawatirkan lonjakan harga minyak akan membuat perekonomian dunia kembali terpuruk. Sehingga kondisi tersebut diantisipasi oleh para investor dengan sedikit demi sedikit menarik diri dari pasar. Imbasnya, hampir semua indeks saham utama Asia hari ini tercatat tidak jauh dari zona negatif.(Dar)