Sterling Tergelincir Seiring Meredanya Risk Appetite
22 Februari 2012 01:30:02 WIB
Poundsterling diperdagangkan melemah versus Greenback pada hari Selasa seiring meredanya euforia kesepakatan bailout Yunani, dengan rapuhnya outlook ekonomi Inggris memaksa para investor tetap waspada dalam membeli Pound.
Para menteri keuangan zona Euro pada akhirnya setuju untuk menandatangani pemberian paket bailout tahap ke-2 guna membantu Yunani menghindari ancaman default pada bulan depan, kendati keputusan tersebut mungkin tidak akan cukup untuk memecahkan kesengsaraan ekonomi negara dengan hutang besar itu.
"Situasi Yunani jelas mempengaruhi Sterling yang telah menunjukkan kinerja cukup baik selama beberapa pekan terakhir tanpa banyak faktor pendorong, dan nampaknya mata uang Inggris ini tidak akan menyentuh level $1.60 terhadap Dollar dalam waktu dekat," kata Adrian Schmidt, analis mata uang pada Lloyds Banking group.
Beberapa analis lainnya juga mengecilkan dampak dari data keuangan sektor publik Inggris bulan Januari, yang berhasil mencatat surplus bulanan terbesar dalam 4 tahun terakhir dan jauh melampaui ekspektasi.
Sementara lembaga pemeringkat Moodyâs pada awal bulan ini telah menempatkan rating âAAAâ Inggris dalam review untuk kemungkinan downgrade, yang menambah tekanan bagi Kanselir George Osborne untuk tetap mempertahankan langkah-langkah penghematan ekstra ketat dan menunda pemotongan pajak pada laporan anggaran Inggris bulan depan. (vid)