TEPCO & Olympus Catat Kerugian Besar
14 Februari 2012 01:00:18 WIB
-Â Hari ini, dua perusahaan besar Jepang melaporkan kerugian masif dalam neraca keuangannya. Jika Tokyo Electric Power Co (TEPCO) gagal melaba karena bencana alam, Olympus kehilangan nilai modal dari lini investasi.
TEPCO membukukan kerugian kuartalan 83,8 miliar yen akibat biaya bahan bakar tenaga panas bumi yang melonjak. Konversi dari tenaga nuklir dilakukan setelah terjadi kebocoran di fasilitas nuklir Fukushima. Kinerja operasional TEPCO di kuartal IV berbanding terbalik dengan perolehan laba 91,1 miliar yen yang dicatatnya pada bulan Oktober-Desember 2010 silam. Perusahaan kini memperkirakan jumlah kerugian 695 miliar yen untuk tahun finansial yang berakhir Maret. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibanding proyeksi tiga bulan lalu yang menunjuk angka 600 miliar yen. Pemerintah pada hari Senin menyetujui bantuan 690 miliar yen untuk TEPCO untuk digunakan sebagai biaya kompensasi bagi para korban radiasi nuklir. Total donasi pemerintah kini menjadi lebih dari 1,5 triliun yen. Saham TEPCO ditutup naik setengah persen menjadi 201 yen. Nilai ekuitas sudah berkurang 91% dari level tertinggi tahun lalu, 2,197 yen.
Sementara Olympus Corp juga memperkirakan kerugian tahun fiskal penuh 32 miliar yen. Perusahaan masih berupaya pulih dari skandal penyembunyian kerugian investasi. Pada kuartal IV tahun lalu, produsen kamera dan perangkat medis ini mencetak kerugian bersih 756 miliar yen atau berbanding terbalik dibanding kinerja periode yang sama tahun 2010, yakni melaba 2,04 miliar yen. Direksi mengatakan bahwa presiden korporasi Shuichi Takayama dan 11 anggota doreksi akan turun pasca RUPS akhir April mendatang. Saham Olympus ditutup naik 0,39% hari Senin.
(dim)