Analisis Fundamental

Dalam mempelajari arah pergerakan pasar, ada dua metode yang bisa kita pakai. Analisis fundamental dan analisis teknikal. Setelah kita banyak membahas mengenai analisis teknikal, sekarang saatnya kita membahas mengenai analisis fundamental.

Pengertian Analisis Fundamental

Analisis fundamental sebagai indikator ekonomi, adalah data informasi ataupun berita yang berhubungan langsung dengan kondisi perekonomian. Dengan mengetahui efek data ini terhadap pergerakan harga, kita bisa mengambil keputusan dengan lebih obyektif.

Terdapat beberapa data fundamental yang berpengaruh cukup besar terhadap pergerakan harga, dan patut kita waspadai. Data tersebut adalah :

  • Unemployment Rate – (Mengukur pertambahan atau penurunan tingkat pengangguran).
  • Non-Farm Payroll – (Mengukur pertumbuhan di sektor tenaga kerja di luar sektor pertanian. Biasanya diumumkan bersamaan dengan Unemployment Rate setiap hari Jumat pertama setiap bulannya pukul 19.30 WIB).
  • Initial (Jobless) – Claims (Mengukur klaim atas jaminan sosial untuk pengangguran).
  • Retail Sales – (Mengukur tingkat penjualan di tingkat eceran).
  • Consumer Price Index (CPI) – (Mengukur tingkat harga yang sampai pada konsumen. Merupakan salah satu indikator inflasi).
  • Producer Price Index (PPI) – (Salah satunya untuk mengukur berapa besar biaya produksi yang dibutuhkan oleh para produsen.
    Juga merupakan salah satu indikator inflasi).
  • New Home Sales – (Mengukur tingkat penjualan rumah baru).
  • Existing Home Sales – (Mengukur tingkat penjualan rumah bekas).
  • International Trade (Trade Balance) – (Mengukur neraca perdagangan suatu negara. Dengan kata lain mengukur keuntungan atau kerugian dari kegiatan ekspor dan impor).
  • Gross Domestic Product (GDP)
  • Durable Good Orders – (Mengukur tingkat pemesanan akan barang-barang tahan lama (durable). “Tahan lama” di sini maksudnya adalah masa pemakaian normalnya minimum 10 tahun).
  • Factory Orders – (Mengukur tingkat pemesanan barang-barang yang dihasilkan dari sektor industri manufaktur /pabrikan).
  • Interest Rate Decision – (Merupakan pengumuman mengenai perubahan tingkat suku bunga acuan yang dilakukan oleh bank sentral).

Menggunakan Indikator Ekonomi Dalam Trading

Indikator ekonomi membantu kita dalam mendapatkan informasi mengenai trend ekonomi suatu negara secara garis besar.
Contohnya : An employment report yang menunjukan bahwa semakin banyak jumlah pekerja setiap bulannya, mengindikasikan bahwa ekonomi negara tersebut semakin produktif. Atau retail sales report yang jatuh menunjukan pertumbuhan ekonomi yang turun.

Untuk jangka panjang, trend seperti ini dapat dijadikan dasar bagi kita untuk trading. Kita bisa invest (buy) di mata uang negara yang menunjukan penguatan perekonomian, atau sebaliknya (sell) pada mata uang negara yang menunjukan pelemahan ekonomi. Hal seperti ini adalah elemen dasar dalam analisis fundamental.

Semoga bermanfaat.. :)

This entry was posted in Trading Strategy and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>