6 Alasan Penyebab Kerugian Dalam Trading Dan Solusinya

Pada umumnya kita ketahui bahwa banyak trader forex yang mengalami kegagalan. Bahkan, diperkirakan ada 96 persen trader forex mengalami kerugian dan akhirnya berhenti melakukan trading. Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum yang dilakukan oleh para trader (sebagian besar dilakukan oleh trader pemula) yang menyebabkan kehilangan uang dalam jangka waktu yang cukup singkat.

6 alasan trader mengalami kerugian

1. Modal Awal Yang Rendah

Latar belakang dan motivasi dari kebanyakan trader forex terutama trader pemula, adalah orang-orang mencari cara untuk keluar dari utang, atau orang –orang yang mencari cara untuk mendapatkan uang banyak dengan cara  mudah dan cepat. Hal tersebut merupakan hal yang sangat  umum dalam strategi pemasaran di bidang forex dan juga merupakan salah satu pendorong dalam melakukan transaksi dalam ukuran besar yang diharapkan dapat memberikan keuntungan besar dalam jumlah besar pula dengan modal awal yang relatif kecil. Namun langkah tersebut merupakan resep jitu untuk menemukan kegagalan dan merupakan cara terbaik untuk menghabiskan seluruh modal anda.

Prinsip dasarnya adalah anda harus memiliki uang untuk membuat uang.  Namun dengan melakukan transaksi dengan modal yang relatif kecil dan risiko outsized, anda hanya akan mendapati sikap emosional dalam setiap pergerakan pasar sehingga terdorong untuk masuk dan keluar posisi di saat-saat terburuk untuk trading.

Solusi:

Bagi para pemula dalam forex trading sebaiknya jangan melakukan trading dengan modal yang relative kecil.  $1,000 adalah jumlah yang dapat dianggap cukup jika anda hendak melakukan transaksi mini lot atau lebih kecil agar terhindari dari over leverage dan juga karena dengan modal yang cukup, anda akan memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan system trading anda. Klik disini untuk informasi jenis account yang sesuai untuk anda.

2. Kegagalan mengelola risiko

Manajemen risiko adalah kunci untuk bertahan hidup. Anda bisa saja seorang trader yang sangat terampil namun keterampilan anda menjadi tidak maksimal tanpa adanya manajemen risiko yang baik. Inti dari trading bukanlah cara membuat 1.000 menjadi 10.000 atau 100.000, melainkan bagaimana cara menjaga agar nilai 1.000 tidak menjadi 0. Anda boleh saja melakukan transaksi yang tidak menguntungkan (BEP) tapi usahakan sebisa mungkin jangan sampai melakukan transaksi yang merugikan apalagi dengan menahan kerugian yang berpotensi menguras margin yang anda miliki.

Solusi:

Gunakan modal/margin secara bijak berdasarkan kondisi dan trading plan yang sehat dan sesuai dengan balance yang anda miliki. Tentukan target keuntungan secara wajar dan bersegeralah keluar posisi di saat kondisi pasar berada dalam situasi yang tidak menguntungkan.

3. Serakah

Banyak trader berfikir perlu untuk memeras setiap pergerakan hingga pip terakhir. Dan juga berfikir akan selalu ada uang yang bisa didapatkan di pasar forex setiap harinya. Kedua hal tersebut merupakan hal yang cukup wajar dan sering dirasakan ketika melakukan transaksi. Kenyataannya, hal tersebut justru dapat membuat anda kehilangan posisi yang seharusnya menguntungkan menjadi buruk di saat anda menunggu pergerakan pips terakhir yang tidak sesuai harapan anda.

Solusi:

Jangan serakah dan bidik keuntungan yang wajar, relakanlah sebagian dari potensi keuntungan yang bisa anda dapatkan dari pada memilih untuk mempertahankan dan malah kehilangan profit yang seharusnya di dapat. Market forex bergerak setiap hari, maka tidak perlu menunggu mendapatkan setiap pips terakhir dari satu kali perdagangan saja. Ada banyak kesempatan-kesempatan yang muncul di market. Gunakanlah dengan bijak dan relakan yang terlewat.

4. Bimbang

Terkadang anda mungkin akan menemukan kondisi dimana anda mengalami penyesalan terhadap hasil transaksi yang anda buat. Hal ini umumnya terjadi ketika anda melakukan open posisi yang tidak segera mendapatkan profit, dan kemudian anda mulai berkata kepada diri sendiri bahwa anda memilih arah yang salah lalu kemudian Anda memutuskan untuk close posisi atau menutup transaksi Anda. Kondisi yang tergambarkan dalam ilustrasi tersebut adalah suatu kebimbangan dimana keputusan transaksi tidak di dasarkan pada analisa yang mendalam dan perilaku tersebut hanya akan menyebabkan terkikisnya margin anda secara terus menerus.

Solusi:

Tentukan posisi yang akan anda ambil berdasarkan analisa baik itu teknikal maupun fundamental kemudian  perhitungkan target dan juga batasan loss-nya lalu konsistenlah dengan hasil keputusan tadi. Perlu dingat bahwa pergerakan pasar pada dasarnya akan selalu bergerak dan anda tidak mungkin mengikuti setiap pergerakan pasar, maka tentukanlah batasan maksimum untuk mentoreransi kerugian dalam satu kali transaksi dan juga target profitnya sebelum anda melakukan open posisi.

5. Mencoba menentukan puncak atau dasar

Banyak trader mencoba untuk memilih melakukan open posisi pada saat titik balik dalam sebuah pergerakan harga di forex market. Mereka akan melakukan open posisi pada area yang di anggap sebagai titik balik dari sebuah pergerakan dan ketika titik tersebut ternyata tidak menjadi titik balik, mereka akan terus menambah open posisi dan meyakinkan diri bahwa itu adalah saat terbaik untuk melawan trend yang sedang berlangsung. Jika Anda adalah salah satu trader dengan cara ini, pada akhirnya anda akan berakhir dengan eksposur yang berlebih atau bahkan jauh dari apa yang sudah anda rencanakan.

Solusi:

Ikutilah trend yang terbentuk atau jika anda berpikir tren akan berubah arah dan ingin melakukan open posisi melawan trend, akan lebih bijak caranya jika anda menunggu perubahan trend terkonfirmasi terlebih dahulu.

6. Tidak mau mengalah

Beberapa transaksi mungkin akan berakhir dengan kegagalan. Ini sifat manusia yang ingin selalu benar, walaupun kadangkala tidak selalu benar. Sebagai trader, kadang-kadang Anda harus legowo untuk mejadi salah dan menerima kekalahan, bukan berpegangan teguh pada ide yang anda anggap benar, dan berakhir dengan berakhirnya account trading anda.

Solusi:

Memang ini adalah hal yang sulit untuk dilakukan, tapi kadang-kadang anda harus bisa mengakui bahwa Anda membuat kesalahan dan berhentilah sejenak guna memperbaiki kesalahan serta rehat sejenak pasca keputusan salah tersebut guna mempersiapkan dan menetralkan faktor emosi dari dalam diri anda. Apapun alasannya entah itu pengambilan keputusan yang salah atau tidak sesuai seperti yang Anda rencanakan. Hal terbaik untuk dilakukan adalah mengakui kesalahan dan close posisi lalu beralih ke kesempatan berikutnya.

This entry was posted in Trading Strategy and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>