MEMBANGUN TRADING PLAN

by Fredy Rodo

Pernahkah Anda membangun sesuatu, tetapi tidak memiliki petunjuk untuk melakukannya ? Jika Anda sedang membangun rumah burung , atau sesuatu yang sederhana seperti lemari, Anda mungkin tidak perlu petunjuk.

Jika Anda sedang membangun sebuah rumah, itu adalah cerita yang berbeda. Membangun rumah tanpa sebelumnya membuat cetak biru kemungkinan akan sangat berbahaya dan berakhir dengan bencana. Namun sayangnya banyak dari kita memperlakukan forex trading dengan cara ini. Sebagai trader Forex kita harus mencoba untuk membangun sebuah ” rumah “, tapi sebagian dari kita tidak pernah menggunakan cetak biru. Hal ini berbahaya dan akan hampir selalu berakhir dengan bencana.

Sebuah trading plan adalah cetak biru untuk sistem trading anda. Tanpa perencanaan yang tepat dengan membentuk Sistem Perdagangan Forex, maka Anda berencana untuk gagal. Sebuah trading plan merupakan penggabungan tujuan, strategi open posisi, manajemen risiko, manajemen keuangan, dan lain-lain.

Saya mendorong Anda untuk mempertimbangkan apakah Anda benar-benar memiliki cetak biru untuk trading anda. Mari kita lihat selanjutnya

Tujuan Anda
Tujuan adalah apa yang akan membantu Anda bertahan melewati masa-masa kerugian sebagai seorang trader.  Apa yang Anda harap untuk dicapai berikutnya, berdasarkan hasil dari transaksi Anda. Beberapa contoh: ” Saya ingin melipatgandakan account saya dalam 2 tahun ke depan” atau ” Saya ingin bisa melunasi biaya kuliah anak saya dengan dana saya peroleh trading Forex” Anda dapat menetapkan tujuan enam bulan, tujuan satu tahun, tujuan dua tahun, dll. Tujuan ini bersifat pribadi dan benar-benar harus dan terus disesuaikan.

Strategi open posisi
Strategi apa yang akan digunakan ketika posisi berpotensi akan mendapatkan keuntungan. Strategi open posisi juga memutuskan berapa poin anda capai ketika masuk ke dalam pasar. Apakah Anda menggunakan rata-rata pergerakan, break tren line, berita forex, sinyal indikator yang berbeda, atau sinyal masuk yang berbeda. Strategi entri Anda juga harus menentukan kapan waktu Anda untuk masuk ke dalam perdagangan, sehingga dengan mengambil waktu ekstra untuk mempertimbangkan di mana dan kapan waktu entri yang tepat akan memberikan satu umpan balik.

Manajemen Risiko
Manajemen risiko sangat penting untuk sebuah sistem perdagangan yang sukses. Anda dapat memiliki strategi open posisi terbaik,  tetapi tanpa manajemen risiko, maka Anda bisa kehilangan segalanya dan itu dalam waktu yang sangat cepat.

Trader pemula sering membuka posisi yang banyak karena tergoda untuk mengambil risiko lebih banyak ketika melihat keuntungan perdagangan yang berpotensi akan mendapatkan profit tinggi. Anda harus memiliki strategi entri yang menggabungkan tingkat risiko yang berbeda untuk sinyal yang berbeda.

Trading Plan
Jadi trading plan Anda harus mencakup semua aspek yang ada. Sehingga rencana trading Anda perlu membawa tujuan, strategi open posisi, manajemen keuangan, dan manajemen risiko yang harus dilakukan bersama-sama.

Ini adalah beberapa pertanyaan yang harus anda tanyakan sendiri kepada diri sendiri sebelum melakukan perdagangan :

Bagaimana target akan dicapai?
Apakah akan menggunakan trailing stop ?
Apakah Anda mengambil keuntungan parsial ?
Berapa banyak keuntungan yang Anda akan ambil?
Berapa keuntungan parsial yang akan di dapat?
Berapa kali Anda akan mengambil keuntungan parsial ?
Apakah ada titik di mana Anda akan menambah posisi perdagangan ?
Apakah Anda akan menutup seluruh trade off sebelum posisi berhenti atau mencapai target ?
Bagaimana Anda menangani perdagangan jika berita ekonomi akan keluar ?

Jadi dengan memiliki plan trading dan dilakukan dengan disiplin akan membawa Anda masuk ke dunia trading yang lebih profesional.

Posted in Trading Strategy | Leave a comment

Belum Bisa Menjadi Trader “Full-Time”? Baca Ini!

Orang telah melakukan transaksi di pasar finansial selama setidaknya sepuluh dekade, meskipun hanya dalam sekitar sepuluh tahun terakhir orang bisa melakukan transaksi dalam skala kecil. Ini bisa terjadi berkat kemajuan teknologi informasi, di mana kita tidak perlu menjadi broker yang bekerja seharian penuh di lantai bursa. Internet telah mempermudah kita untuk melakukan berbagai macam transaksi finansial hanya dengan berbekal seperangkat komputer dan itu pun bisa kita lakukan dari mana saja.

Kemudahan inilah yang kemudian mempersubur pertumbuhan trader “paruh waktu” atau “part-time trader”. Berbeda dengan “full-time trader” yang bekerja di lantai bursa, para trader paruh waktu ini masih bisa berpartisipasi di pasar finansial meskipun mereka mungkin sama sekali tidak pernah melihat lantai bursa. Karyawan, professional, pelajar dan mahasiswa, bahkan ibu rumah tangga sekalipun bisa melakukan transaksi dari tempat mereka masing-masing di sela-sela kesibukan pekerjaan mereka.

Meskipun demikian, menjadi trader paruh waktu memiliki tantangan tersendiri. Biasanya para trader paruh waktu mengalami kesulitan untuk bisa menghasilkan profit yang benar-benar konsisten. Ini karena sebagai trader paruh waktu, tentu ada pekerjaan utama yang membutuhkan perhatian lebih serius. Jika Anda adalah termasuk trader paruh waktu, berikut ini ada beberapa tips yang mungkin bisa Anda terapkan agar setidaknya Anda berpotensi untuk menyamai prestasi seorang trader full-time.

1) Buat sistem trading yang sesuai dengan jadwal harian Anda

Trader paruh waktu biasanya sangat sulit membagi waktu antara pekerjaan utama dengan trading. Bisa jadi Anda akan menetapkan waktu tertentu untuk kegiatan trading Anda, misalanya pukul 19.00 – 22.00 WIB, namun ini juga akan membatasi pilihan Anda. Bagaimana jika ternyata peluang muncul seblum pukul 19.00 atau setelah pukul 22.00? Bagaimana jika ternyata pukul 19.00 – 22.00 justru ternyata pasar bergerak sangat sempit atau bahkan cenderung flat? Strategi intraday atau jangka pendek mungkin tidak akan cocok untuk Anda terapkan.

Mungkin Anda justru bisa beralih ke view yang lebih panjang, misalnya trading mingguan atau dua mingguan. Yang penting untuk Anda lakukan adalah Anda harus tahu dulu kapan waktu-waktu yang sesuai untuk Anda untuk tetap bisa memantau pergerakan pasar.

2) Maksimalkan waktu

Sejalan dengan ide bahwa pengaturan waktu adalah hal yang sangat penting bagi seorang trader paruh waktu, maka itu berarti bahwa Anda harus benar-benar bisa mengatur waktu Anda, terutama di tahap-tahap awal pengembangan sistem trading Anda.

Ketika trading, kita harus benar-benar mengasah ketajaman kita  melalui latihan dan latihan. Bukan hanya dengan melakukan transaksi, namun lakukanlah juga pengamatan chart, melakuan pengujian atas suatu sistem trading, dan lain-lain. Jangan hanya duduk dan diam menunggu ketika misalnya pasar sedang sepi. Gunakan beberapa menit saja untuk mengasah terus kemampuan Anda.

3) Belajar, belajar!

Sekilas terdengar sederhana bahkan klise, tapi sebenarnya jika dipikirkan dengan serius, sebenarnya ini sangat penting. Sebagai trader paruh waktu, Anda mungkin akan sering melewatkan kesempatan yang ada di pasar. Maka dari itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang sesungguhnya bisa membuat pasar bergerak.

Perbanyaklah membaca buku-buku yang berhubungan dengan trading, atau carilah informasi tersebut di internet. Ada baiknya juga Anda mem-bookmark laman website ini agar sewaktu-waktu bisa Anda buka dengan mudah jika Anda perlu untuk me-refresh pengetahuan Anda.

Buatlah beberapa skenario dan strategi alternatif agar Anda bisa lebih fleksibel mengikuti pergerakan pasar.

4) Bersikap selayaknya manusia, bukan robot!

Anda bukanlah sebuah robot. Artinya tidak mungkin Anda bisa berada di depan layar monitor harga selama 24 jam sehari. Apalagi Anda memiliki pekerjaan utama yang harus disikapi dengan lebih serius. Maka janganlah terlalu khawatir atau kecewa jika Anda melewatkan sebuah momen besar di pasar. Selama Anda memiliki cukup kesabaran, percayalah akan selalu ada peluang yang tersedia bagi Anda.

5) Rajinlah berselancar di internet untuk mencari informasi

Internet bagaikan perpustakaan raksasa. Anda bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya di sana, termasuk informasi tentang trading. Website ini menjadi salah satu contohnya.

Anda juga bisa berkomunikasi dengan pengasuh website ini untuk berbagi pengalaman menjadi trader paruh waktu. Atau Anda bisa mencari forum-forum trader untuk berbagi pengalaman. Dengan demikian, Anda bisa mencari tahu apa yang sebaiknya dilakukan oleh trader paruh waktu seperti Anda.

6) Buat prioritas

Anda harus ingat bahwa sebagai trader paruh waktu, tentu penghasilan utama Anda bersal dari pekerjaan utama Anda, bukan berasal dari trading. Artinya, hampir bisa dipastikan bahwa semua pengeluaran Anda dibiayai oleh pekerjaan utama Anda itu. Maka dari itu, meskipun kegiatan trading luar biasa menarik bagi Anda, tetap saja Anda harus memberikan prioritas lebih pada pekerjaan utama Anda. Ingatlah bahwa trading adalah kegiatan yang sangat menguras pikiran. Tidaklah bijak jika trading sampai menyita perhatian Anda melebihi pekerjaan utama Anda, sebab bagaimana jika ternyata kegiatan trading tersebut tidak berjalan sesuai dengan rencana? Yang akan terjadi adalah “double-disaster”!

Mudah-mudahan beberapa tips di atas bisa membantu Anda yang merupakan trader paruh waktu agar bisa memaksimalkan waktu dan peluang yang ada di pasar.

 

Posted in Trading Strategy | Leave a comment

Uji Time Frame Untuk Melihat Arah Tren

Para trader sudah pasti dan sering melihat potensi pergerakan harga yang baik dan sesuai dengan sistem yang dimiliki. Sebelum membuka posisi, seorang trader harus melakukan tes lain yaitu dengan bertanya apakah arah trend sudah sesuai dengan pergerakan jangka panjang?

Dalam pertanyaan tersebut muncul kembali sebuah pertanyaan yang sangat menarik untuk di tanyakan kepada masing masing trader yaitu seberapa jauh seorang trader dapat melihat pergerakan harga?

“Jadikan trend sebagai teman” pernyataan tersebut terdengar sangat klise dan para trader sering sekali mendengar istilah ini berulang-ulang. Namun istilah klise ini adalah benar adanya. Para trader ingin melihat harga bergerak dengan satu arah yang jelas yaitu dari grafik satu menit-an hingga grafik bulanan.

Pergerakan trading forex selalu tidak sempurna dan sering membuat kita frustasi sehingga akhirnya mengganti strategi atau sistem rading yang digunakan. Para trader sering melihat sinyal yang saling bertentangan sehingga menambah ketidak sempurnaan pergerakan harga. Hal ini juga berlaku pada analisa fundamental yang menambah kerunyaman ketika kita menganalisa pergerakan harga.

Berikut ini adalah beberapa saran yang patut untuk di pahami agar paling tidak menjadi satu masukan atau pembelajaran bagi para trader. Continue reading

Posted in Trading Strategy | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Overbought dan Oversold

Sering sekali pada perdagangan forex, kita mendengar istilah overbought dan oversold atau jenuh beli dan jenuh jual. Sebagai contoh seorang analis memberikan informasi bahwa AUD / USD berada dalam kondisi overbought atau jenuh beli dimana ada kemungkinan harga akan terkoreksi ke bawah atau pergerakan USD / CAD berada dalam kondisi oversold atau jenuh jual dimana ada kemungkinan harga akan melakukan fase bouncing.

Tapi apa artinya?

Menurut Investopedia  overbought, in technical analysis, this term describes a situation in which the price of a security has risen to such a degree – usually on high volume – that an oscillator has reached its upper bound. This is generally interpreted as a sign that the price of the asset is becoming overvalued and may experience a pullback atau istilah ini menggambarkan situasi di mana harga telah bergerak ke atas  dan Continue reading

Posted in Trading Strategy | Tagged , , , , , , , | Leave a comment
Pages: Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ... 21 22 23 Next