Bollinger Bands

Bollinger bands merupakan sebuah indikator teknikal yang diciptakan oleh John Bollinger pada awal tahun 1980an yang berguna untuk membandingkan antara volatilitas dan pergerakan harga relatif dalam satu periode analisis.

Bollinger bands pada dasarnya terdiri atas tiga buah garis yang membentuk semacam sabuk pembatas terhadap pergerakan harga seperti halnya yang terlihat pada gambar. Namun dalam penerapannya garis tengah Bollinger Bands seringkali tidak ditampilkan karena pada dasarnya garis tengah tersebut hanyalah garis Moving Averages biasa.

pola bollinger bands

Bollinger Bands pada dasarnya terdiri dari tiga buah garis yang membatasi pergerakan harga, ketiga garis tersebut adalah :

  • Upper Band
  • Middle Band
  • Lower Band

Sedangkan rumus perhitungan dasar dari masing-masing garis tersebut adalah sebagai berikut :

  • Uper band          = SMA + (faktor pengali x standar deviasi)
  • Middle band      = Simple Moving Average
  • Lower band        = SMA – (faktor pengali x standar deviasi)

Dan untuk faktor pengali di dapat dari rumus berikut :

[0.6174 x ln (periode Bollinger Bands)] + 0.1046

“Sebagai catatan untuk faktor pengali, selain menggunakan perhitungan di atas dapat juga menggunakan angka 2”

Sedangkan untuk standart deviasi, didapat dari rumus berikut ini :

standard deviasi

Namun anda tidak perlu khawatir dengan perhitungan diatas, karena dalam prakteknya anda tidak diharuskan untuk menghitung rumus-rumus tersebut melainkan anda hanya tinggal memasukkan beberapa parameter seperti halnya periode kemudian hasilnya akan langsung terlihat pada grafik.

Sebagai catatan perlu diketahui bahwa indikator Bollinger bands yang bisa kita temukan sebagai indikator default di metatrader4, bukanlah sebuah indikator action maka penggunaan dari indikator ini sebaiknya dikombinasikan dengan indikator lain seperti halnya stochastic atau RSI yang berfungsi sebagai konfirmastor dari sinyal yang muncul. Dalam penggunaannya Indikator Bollinger bands dapat menunjukan indikasi bullish maupun bearish dari hasil proyeksi middle bands. Jika middle band berada di bawah pergerakan harga, maka hal tersebut mengindikasikan bahwa trend pergerakan harga dalam kondisi bullish. Sebaliknya jika middle band berada di atas pergerakan harga maka hal tersebut adalah indikasi Bearish trend.

Bollinger Bands juga dapat dapat memberikan indikasi awal terjadinya perubahan trend dengan cara memperhatikan perpotongan antara middle band dan pergerakan harga. Jika pergerakan harga berhasil memotong middle bands dari bawah ke atas, maka hal tersebut merupakan indikasi bullish trend dan sebaliknya.

Cara paling umum dikalangan para trader dalam penggunaan Bollinger Bands adalah melakukan entry buy pada saat harga meyentuh area lower band dan sell pada saat harga menyentuh upper band. Namun karena sifat dari pada indikator Bollinger Bands yang tidak termasuk dalam golongan action indicators maka sebaiknya sinyal buy / sell yang dihasilkan dari indikator tersebut terlebih dahulu di konfirmasikan oleh indikator tambahan sebelum meng-eksekusi sinyal tersebut.

This entry was posted in New To Forex and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Bollinger Bands

  1. rio says:

    penjelasan yang bagus…
    tolong juga dijelasan penggunaan indikator CCI dan cara pembacaannya.
    Thx.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>